Menggugat Hak Paten Nilam Aceh! oleh Alja Yusnadi, STP

Salah satu komoditas primadona yang dimiliki Aceh adalah Nilam. Tumbuhan ini menjadi salah satu komoditas ekport. Sudah sejak lama nilam menjadi kebutuhan dunia. Fungsinya sebagai perekat wangi membuat nilam dibutuhkan oleh perusahaan pembuat parfum, kosmetik, dan obat-obatan. Kebutuhan minyak nilam dunia sebagian besar dipenuhi oleh indonesia, dan sebagian besarnya merupakan minyak nilam Aceh. Namun, sama seperti nasib komoditi ekport lainnya, seperti kopi, nilam aceh juga nyaris tidak dikenal dunia internasional. Justru, lebih dikenal minyak nilam sumatera, jawa. Hal ini disebabkan label yang dikeluarkan bukan label minyak nilam aceh, beberapa pengusaha “nakal” juga mencampur minyak nilam aceh dengan minyak nilam sumatera utara, dan jawa.
Camera 360
Fenomena ini sudah berlangsung lama. Bahkan sebelum indonesia merdeka, kolonial telah mengenal nilam aceh, khususnya aceh bagian selatan dan tenggara. Sejalan dengan itu, mereka melihat nilam sebagai tumbuhan penghasil dolar, sementara masyarakat menggantungkan hidupnya dari hasil perkebunan nilam. Read the rest of this entry

Akhirnya desain stand kami jadi juara I

Ketika mendapatkan tawaran untuk mendesain stand untuk jambore UPK PNPM  aku kurang berminat karena memang disiplin ilmu yang kusandang bukan sebagai arsitektur atau sejenisnya, namun karena alasan untuk mengangkat nama baik aceh selatan secara keseluruhan akhirnya aku menyetujuinya. pada awalnya aku bingung mencari konsep dan ide yang benar-benar diluar dugaan kabupaten lain dalam merancang stand harus beda dan harus bisa menjadi juara setidak juara dua atau tiga. Setelah bergelut dengan coret-coretan aneh akhirnya aku mendapat inspirasi untuk mendesain stand yang murah dan ramah lingkungan serta gampang dibangun.

pasierajaku

Desain yang akan aku ajukan berupa stand dengan muatan lokal dengan sedikit sentuhan modern sesuai budget yang disediakan. setelah mendapatkan ide tersebut akhirnya saya bingung dengan icon aceh selatan, kalau pala terlalu umum dan gampang ditebak, sedangkan kupiah teuku umar sangat identik dengan meulaboh aceh barat, terus aceh selatan identik dengan apa??saya juga bingung setelah menjelajah kedunia maya saya juga akhirnya kecewa karena identitas aceh selatan kalo bisa terus terang sangat miskin dan bersifat general. Dalam keputusasaan akhirnya saya cari identitas yang paling jarang digunakan terutama untuk stand. Ikat kepala sedati menjadi konsep stand yang akan saya rancang. sedangkan stand untuk memajang produk berupa 5 pilar lengkap dengan tempat pajang yang dinamis agar multifungsi jadi tidak hanya sekedar nilai estetika semata namun bisa berfungsi lebih Read the rest of this entry

Pasie Ujong Bate, Objek Wisata baru di Aceh Selatan

wisata

 

Ada yang menarik di pasie raja, dimana desa ujong bate sekarang sudah menjadi salah satu objek wisata paling diminati oleh masyarakat setempat ataupun pendatang untuk sekedar menikmati senja dengan pesona yang menakjubkan. atau sekedar menikmati kuliner dan minuman segar khas ujong bate pasie raja. Dengan dibukanya jalan darurat lintas tapaktuan medan selama proses rehab jalan dari air pinang sampai ujong bate membawa berkah tersediri bagi penduduk ujong bate dimana sumber ekonomi baru mulai tumbuh. Read the rest of this entry

Mari Bantu Membangun Mesjid Baitul ‘Izzah Desa Ladang Tuha Pasie Raja

Duprint_baliho Mesjid Baitul Izzah

Desa Ladang Tuha belakangan ini sedang giat merealisasikan pembangunan mesjid Baitul ‘Izzah di Kecamatan Pasie Raja, dengan mengandalkan beberapa sumber termasuk pemerintah perlahan-lahan rumah Allah yang berlokasi tepat di simpang empat terbangan telah dimulai pembangunannya. Dimulai dengan gotong royong dan mengandalkan bantuan serta sedekah dari hamba Allah yang iklas dan tulus, Insya Allah Mesjid Baitul ‘Izzah akan selesai dengan cepat.

Untuk itu kepada para dermawan dan putra daerah yang telah berhasil diluar sana, bila ada kemudahan rezeki dan mampu panitia mesjid ikhlas menerima sumbangan dalam bentuk apapun untuk pembangunan masjid, dan akan dicatat serta laporannya akan diumumkan setiap jumat. Read the rest of this entry

Pahlawan: Cutma Fatimah Ratu Pertama di Pasie Raja oleh Zulbaili Alzaipar

menantang ombak

Jauh berabat sebelum Belanda masuk ke Aceh, berdirilah sebuah kerajaan termegah di sebuah daerah yang disebut Terbangan. Daerah tersebut letaknya di daerah pesisir pantai Aceh Selatan. Kerajaan tersebut terletak di sebuah pemukiman yang dipisahkan oleh sebuah muara, tidak jauh dari Gunung Terbang yang konon katanya bermula dari sejarah lain pula. Pemukiman itu dinamakan Desa Ladang Tuha, sebab pada masa itu sebagian besar rakyat Terbangan bermata pencaharian sebagai petani lada. Hanya sebagian kecil rakyat saja yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Penduduk Terbangan sangat jaya dan makmur pada masa itu. Kerajaan yang jaya dan makmur itu di pimpin oleh seorang ratu yang bernama Cutma Fatimah. Rakyat biasa memenggil Ratu Cutma Fatimah dengan sebutan “Raja Inong” atau “Raja Wanita”. Read the rest of this entry