Gunung Longsor di Lintas Tapaktuan-Medan Kian Parah * Totalnya Capai 5 Kilometer

Akibat diguyur hujan lebat terus-menerus dan tekstur tanahnya tergolong labil, sebagian tebing gunung di lintas Tapaktuan-Medan kini longsor, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Titik longsor sangat banyak, rata-rata 3-5 meter panjangnya. Jika ditotal, longsoran itu bisa mencapai 5 kilometer (km).

Hal itu diungkapkan Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf SPd kepada Serambi, Rabu (10/3) lalu saat menghadiri Silaturahmi dan Muzakarah Ulama Se-Asia Tengara di Meulaboh, Aceh Barat. Bupati juga mengaku pernah jalan darat di lintasan yang kerap longsor itu, sehingga ia tahu persis kondisinya.

Titik-titik longsor itu tersebar di antara Pegunungan Tangga Besi dan Guliran Naga, Kabupaten Aceh Selatan. “Makin hari kondisinya makin memprihatinkan,” ujar Bupati Husin Yusuf. Bukan cuma karena hujan lebat dan tanah longsor yang menyebabkan ruas jalan di dua pegunungan itu kini rusak, tapi juga disebabkan  tingginya frekuensi maupun tonase truk pengangkut barang yang melintas di sejumlah wilayah pantai barat-selatan Aceh dari Medan, Sumatera Utara.

Menurut Husin Yusuf, longsor yang jumlahnya sangat banyak di kawasan pegunungan itu kini makin memprihatinkan dan menyusahkan para pengguna jalan. Lagi pula, penanganan oleh pihak provinsi, khususnya Pemerintah Aceh, hingga kini belum maksimal dan asal-asalan.  Kata Husin Yusuf, Pemkab Aceh Selatan telah mengusulkan supaya ruas jalan nasional itu segera ditangani. Dibuatkan juga ruas jalan elak atau jalan alternatif. Tapi hingga kini usulan tersebut belum diperhatikan pemerintah atasan. “Malah terkesan diabaikan begitu saja.”

Padahal, menurut Husin Yusuf, ruas jalan itu sangat mendesak ditangani, mengingat ruas jalan itu merupakan satu-satunya jalan darat yang menghubungkan Aceh Selatan ke sejumlah wilayah di pantai barat dan selatan Aceh. Ini juga jalan andalan untuk memasok sembako maupun sejumlah barang kebutuhan lainnya. “Tak bisa dibayangkan apabila ruas jalan itu putus total akibat longsor gunung yang kini makin parah,” ujarnya.

Sulit dilintasi
Selain khawatir akan musibah longsor, katanya, ruas jalan di pegunungan Tangga Besi dan Guliran Naga itu terbilang sempit, sehingga sangat sulit dilintasi angkutan umum ataupun truk berbadan lebar yang mengangkut sembako dan bahan bangunan dari Medan. Ruas jalan yang kerap ditimbun longsor itu hanya bisa dilintasi satu truk. Jika dalam waktu bersamaan ada truk yang berlawanan arah, terpaksa harus antre guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Di sisi lain, Bupati Aceh Selatan juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Pemerintah Aceh yang hingga kini dinilainya masih belum berpihak pada aspirasi masyarakat pantai barat-selatan, khususnya saat pembagian sejumlah program pembangunan dari dana Otsus Tahun 2010. “Soalnya, dalam anggaran itu sama sekali tak dimuat program penanganan ruas jalan yang kini longsor itu. Padahal, benar-benar sudah mengancam keselamatan para pengguna jalan dan ujung-ujungnya berdampak buruh pada perekonomian di pantai barat-selatan Aceh,” demikian Bupati Aceh Selatan. (edi)

About pasierajaku

pasie raja akan bangkit karena putra-putrinya punya potensi-potensi luar biasa......mari buktikan...untuk pasie raja.......

Posted on Maret 12, 2010, in NEWS and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: