Harga Mitan Di Aceh Selatan Melambung Tinggi

TAPAKTUAN – Sehubungan dengan masih terjadinya penjualan minyak tanah (mitan) di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, menilai Pemkab setempat tidak tegas dalam ketentuan yang telah ditetapkannya. Buktinya hingga saat ini harga eceran mitan di daerah itu masih tetap mahal, yakni berkisar anatara Rp 5.000/liter hingga Rp 6.000/liter.

“Ini perlu dipertanyakan, kenapa hingga saat ini Pemkab belum menindak agen dan pangkalan mitan yang telah menyalahi ketentuan yang ditentukan. Sebab upaya yang dilakukan pemerintah selama ini hanya sebatas menegur melalui surat,” kata Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Marsiddiq, kepada Serambi, Rabu (3/3) di ruang kerjanya.

Selain mendesak Pemkab untuk menindak tegas agen dan pangkalan yang nakal, pimpinan legislatif itu juga meminta pemerintah setempat untuk memutuskan hubungan usaha (PHU) atau mengusulkan ke Pertamina pencabutan izin keagenan terhadap agen dan pangkalan yang telah menyalahi aturan.

“Sebab jika ini dibiarkan, mereka tetap menjual mitan dengan harga di atas yang telah ditentukan. Ini jelas sangat merugikan rakyat, karena minyak tanah merupakan konsumsi dominan masyarakat kelas bawah,” imbuhnya. Dikatakannya, saban hari masyarakat mengeluh ke dewan terkait mahalnya harga eceran minyak tanah yang masih dijual Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per liter. “Jadi kami meminta pemerintah untuk menindak tegas egen dan pangkalan yang nakal,” tegasnya.

Terkait masalah itu, Kabag Ekonomi Setdakab Aceh Selatan, Nyaklah yang dihubungi secara terpisah mengatakan, tingginya harga jual tersebut bukan disebabkan permainan para pemilik kios, namun karena harga jual minyak tanah yang disuplai agen terlalu tinggi, melebihi dari HET yang ditetapkan Pemkab.

“Kondisi ini disebabkan, karena adanya monopoli dalam memasok minyak tanah ke Aceh Selatan yang ditangani oleh satu perusahaan. Kalau agen yang memasok mitan ke daerah itu lebih dari satu, tentu harganya pasti dapat lebih ditekan,” katanya. Untuk itu, tambah dia, dalam waktu dekat Pemkab akan membentuk tim penertiban mitan yang melibatkan unsur pemerintahan, unsur Polri, Kejari, TNI dan LSM. “Kita sudah berulang kali menegur. Jika tetap menyalahi aturan, maka pemerintah akan memutuskan hubungan usaha, serta mendatangkan agen lain ke daerah ini,” kata Nyaklah.

Dijelaskan, berdasarkan kesepakatan Pemkab, DPRK dan pengusaha atau pangkalan, HET untuk daerah yang dikenal dengan komoditas pala itu, yakni Kecamatan Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur dan Meukek HET minyak tanah ditetapkan Rp 3.850/liter. Daerah penyaluran Tapaktuan, yaitu Kecamatan Sawang, Samadua dan Tapaktuan Rp 3.900/liter, daerah penyaluran Kuta Fajar, meliputi Kecamatan Pasie Raja, Kluet Utara, Tengah, Timur dan Kluet Selatan Rp 3.950/liter, dan daerah penyaluran Bakongan, yakni Kecamatan Bakongan, Bakongan Timur, Trumon dan Trumon Timur Rp 4.000/liter.

About pasierajaku

pasie raja akan bangkit karena putra-putrinya punya potensi-potensi luar biasa......mari buktikan...untuk pasie raja.......

Posted on Maret 23, 2010, in NEWS and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: