Longsor di Paya Ateuk (Waspada)

longsor_paya ateuk

longsor_paya ateuk

(TAPAKTUAN) – Bupati Aceh Selatan Tgk. Husin Yusuf mengultimatum para pengungsi korban tanah longsor di Desa Paya Atek Kec. Pasie Raja Kab. Aceh Selatan, agar bersedia direlokasi ke tempat lain yang lebih aman.

Pasalnya, longsor susulan diperkirakan terus terjadi jika hujan lebat mengguyur kawasan pegunungan. Karena berdasarkan pengamatan, kondisi pegunungan atau TKP kelihatannya semakin labih dan rawan longsor sehingga warga tak mungkin lagi bermukim atau berdomisili di lokasi semula.

"Apa mau aman atau tetap bertahan di kamp pengungsian ini selama-lamanya, yang jelas kalau kembali ke rumah sepertinya sulit mengingat ancaman longsor susulan," kata Husin Yusuf ketika menjenguk para korban longsor tersebut di kamp pengungsian setempat, Jumat (6/6) sore.

Perelokasian 90 kepala keluarga (KK) atau 405 jiwa para pengungsi korban longsor ini semata-mata untuk keamaan dan keselamatan. "Supaya tidak lagi was-was dan cemas,

maka lebih baik para pengungsi ini, kita relokasi ke daerah lain," tambahnya. Begitu pun, kata bupati, pihaknya tidak memaksa para korban harus direlokasi karena menyangkut hak azasi. Tetapi kalau mereka bersedia, Pemkab Aceh Selatan dengan dukungan Kimpraswil Provinsi NAD, akan mengupayakan pembangunan rumah baru di lokasi lain.

Syaratnya? Masing –masing warga harus memiliki lahan lokasi perumahan, karena Pemkab hanya menyediakan dana pembangunan rumah. Sedangkan tanah menjadi urusan dan tanggungjawab yang bersangkutan.

"Saya sudah terima telpon dari Kadis Kimpraswil Muhyan Yunan tentang dana pembangunan rumah ini jika para korban longsor mau direlokasi," tambahnya seraya menyebutkan jika para korban setuju maka status lokasi perumahan tidak akan berubah.

Karenanya bupati mengharapkan, para korban ini bermusyawarah secara kompak. Kalau bias ada satu titik lokasi lebih baik, tetapi jika tidak bisa saja dibangun secara berpencar asal tanahnya benar-benar milik yang bersangkutan.

"Paling lambat, nanti malam (Jumat malam) saya tunggu jawabannya apakah bersedia atau tidak," sebut bupati seraya mempertimbangkan permohonan masyarakat agar memberi waktu berpikir bagi mereka selama dua hari.

Dalam kesempatan itu, bupati selain menyatakan keprihatinannya yang sangat dalam juga menyerahkan bantuan berupa 1,2 ton beras, 800 butir telur, 400 kg gula pasir dan 200 kg minyak makan. Pada pagi harinya,dinas Sosial Aceh Selatan juga telah menyerahkan satu ton beras, 20 kotal mi instan dan 45 lembar tikar plastik.

Dalam kunjungan kedua kalinya selama sepekan musibah longsor, bupati didampingi Ketua DPRK H. Abdul Salam, Wabup Daska Aziz dan para kepala dinas, badan dan kantor itu, juga menjunguk rumah duka Nek Laili,70, yang meninggal dalam peristiwa oongsor susulan, Kamis

(5/6) sore. (b19)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: