Polres Aceh Selatan Usut Pengrusakan Kantor Camat Pasie Raja

Kapanlagi.com – Polres Aceh Selatan mulai mengusut pengrusakan, pembakaran serta pemukulan staf Kantor Camat Pasie Raja yang dilakukan warga dari berbagai desa di kecamatan tersebut sebagai bentuk aksi protes karena tidak mendapat dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dalam bentuk bantuan tunai langsung (BLT), Jumat (13/10).

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Benny Gunawan seusai menghadiri pertemuan dengan warga masyarakat yang melakukan aksi demontrasi di Aula Kantor Camat Pasie Raja, Sabtu (14/10), sekitar 10 Km dari Tapaktua, Ibukota Aceh Selatan, mengatakan, pihaknya telah memanggil beberapa saksi terkait kerusuhan tersebut.

“Keterangan dari beberapa saksi, kita telah menemukan dalang yang berinitial P (40) yang memprovokasi aksi yang berakhir pengrusakan dan pembakaran kursi dan dokumen-dokumen kantor camat,” kata Benny.

Dihadapan warga masyarakat Kapolres mengatakan, aksi masa yang berujung pengrusakan, pembakaran dan pemukulan terhadap staf kecamatan hingga mengalami cidera ringan, telah menjurus ke arah kriminal dan anarkis maka perbuatan tersebut harus diselesaikan secara hukum agar ada efek jera terhadap pelaku, sehingga menjadi pelajaran bagi warga masyarakat yang lainnya dimasa yang akan datang.

Bupati Aceh Selatan Ir. H.T Machsalmina Ali yang juga hadir pada pertemuan itu sangat menyesalkan aksi warga yang berakhir rusuh tersebut. Menurutnya, seharusnya hal seperti ini tidak terjadi dalam bulan suci Ramadhan apalagi menjelang pelaksanaan Pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada) NAD.

“Kejadian ini terjadi akibat diskomunikasi saja, warga mengira bantuan konpensasi BBM itu yang menentukan pihak kecamatan, sehingga amarah warga tertuju kepada camat,” katanya.

Sekcam Kecamatan Pasie Raja, Said Ali kepada wartawan menceritakan, pada hari Jumat (13/10) sekitar pukul 09.00 WIB, warga dari beberapa desa yang kartu bantuan langsung tunainya (BLT) di cabut oleh Biro Pusat Statistik (BPS) kabupaten karena dinilai tidak layak menerima bantuan tersebut mendatangi kantor camat.

Massa yang tidak puas menerima jawaban pihak kantor camat tentang sistem pendataan penyaluran dana BLT yang dinilai pilih kasih, akhirnya mengobrak-abrik mobilter dan lemari arsip kantor, membakar kursi dan plang kecamatan serta melempar kediaman camat yang berada persis disamping kantor hingga kaca depan pecah.

Suasana yang mencekam tersebut membuat camat Pasie Raja, Muhibuddin, SH dan para pegawai dan karyawan kantor lari menyelamatkan diri. Hingga hari ini kegiatan kantor camat tersebut masih lumpuh total. (*/lpk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: